Peneliti menjelaskan bahwa senyawa diallyl trisulfide ini dapat melepaskan hidrogen sulfida, yang sebelumnya telah terbukti melindungi jaringan jantung dan konsentrasi rendah.
Senyawa yang terkandung dalam komponen minyak bawang putih ini pun dinilai peneliti sangat efisien untuk diberikan ke pasien. Mengingat pengobatan dengan bawang putih sebelumnya dalam bentuk gas dan mudah menguap bila diberikan sebagai obat terapi.
"Temuan senyawa dalam minyak bawang putih ini sangat baik. Kini kami tinggal memprosesnya menjadi obat oral yang lebih mudah dikonsumsi" jelas salah satu peneliti Profesor David Lefer.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar