Tidur merupakan kebutuhan alami manusia. Dengan tidur yang berkualitas, metabolisme tubuh ditata kembali. Kita juga memiliki kesempatan untuk melakukan regenerasi / mengganti sel-sel tubuh yang mati.
Nah tahukah Anda, bagaimana cara mendapatkan tidur yang baik dan berkualitas? Salah satu caranya adalah dengan memadamkan lampu di waktu tidur normal (9 malam hingga 8 pagi) demi mendapatkan hormon melatonin secara maksimal.
Hormon Melatonin
Adalah zat yang dihasilkan oleh kelenjar pineal didalam otak yang pembentukannya dipicu oleh gelap dan berfungsi mengatur bioritme atau irama tubuh dalam hal pengaturan tidur.
Kadarnya paling tinggi ditemukan menjelang pagi hari sekitar jam 02.00 – 04.00 dan paling rendah di sore hari. Ini juga menjawab kenapa orang semakin bertambah usia semakin sedikit tidurnya, karena secara alamiah, produksi hormon melatonin ini juga akan mengalami penurunan, sejalan dengan pertambahan usia manusia.
Penurunan yang drastis biasanya terjadi sekitar usia 40 tahun sehingga dengan menurunnya hormon ini maka kualitas tidurpun akan menurun dan sering berefek pada kesulitan tidur.
Manfaat lain melatonin adalah sebagai anti oksidan yang larut dalam lemak dan air, meningkatkan imun tubuh menimbulkan relaksasi otot dan membantu meningkatkan mood dan menghilangkan ketegangan. Jadi sebaiknya kalau tidur lampu dimatikan agar bisa memaksimalkan produksi melatonin.
Memang, ada sebagian orang yang merasa tidak nyaman, atau bahkan tidak dapat tidur pada kondisi gelap. Namun jika melihat manfaat atau dampaknya, hal ini perlu diperhatikan juga. Antara lain dengan tidak tidur di bawah pencahayaan langsung (dari lampu kamar), terutama bagi anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan.
Matikan Televisi dan Musik
Kebiasaan tidur sambil mendengarkan musik, atau menonton televisi sampai tertidur, atau membiarkan lampu di ruangan menyala terang, memang sulit dihilangkan dan menurut sebagian orang kondisi seperti itu membuat mereka menjadi lebih cepat tertidur.
Tetapi pada kenyataannya setelah terbangun mereka merasa lebih tegang (stress). Bahkan ada yang merasa seperti tidak tidur semalaman.
Penjelasannya :
Pada saat kita tidur sebetulnya otak tidak pernah tidur. Otak selalu menjalankan aktivitasnya walaupun tidak sesibuk seperti di saat bangun, yaitu menjalankan sistem metabolisme tubuh.
Pada malam hari, seiring menurunnya aktivitas tubuh, ritme gelombang otak pun mengalami penurunan. Namun apabila kita tidur sambil mendengarkan musik, televisi dalam keadaan hidup atau lampu ruangan sedang menyala terang, maka gelombang suara atau cahaya yang dipancarkan oleh peralatan tersebut tetap diterima oleh indera pendengaran dan penglihatan kita.
Gelombang suara diterima oleh alat pendengaran di dalam telinga dan gelombang cahaya tetap dapat menembus kelopak mata dan diterima oleh retina dan lensa mata. Gelombang-gelombang tersebut akan diteruskan ke otak kita. Otak yang harusnya beristirahat akan kembali terangsang untuk bekerja dan mengolah informasi yang masuk.
Apabila hal ini berlangsung sepanjang malam, berarti kita hanya tidur menurut tubuh luar, tetapi tidak menurut otak. Otak akan terus bekerja mengolah informasi yang masuk tersebut. Jadi jangan biarkan otak Anda kelelahan karena harus tetap bekerja pada malam hari, sedangkan di siang hari otak juga akan diperas oleh kegiatan rutin kita.
sumber: beritaunik.net
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Senin, 16 Januari 2012
Minggu, 15 Januari 2012
Berhubungan S3ks saat Hamil? Boleh, tapi ini Aturanya!
Perempuan hamil
Bolehkah wanita yang sedang hamil melakukan hubungan seksual? Pertanyaan ini sering menghantui pasangan suami-istri. Bahkan, tak jarang pasangan tak melakukan hubungan seksual selama istri hamil karena rasa takut yang sebetulnya tak beralasan. Kita perlu juga tahu larangan - larangan untuk ibu hamil.
Menurut ahli andrologi dan seksologi, Prof. Dr. dr. Wimpie Pangkahila, hubungan seksual selama hamil tetap boleh dilakukan. "Tapi, pada tiga bulan pertama kehamilan, sebaiknya frekuensi hubungan seksual tak dilakukan sesering seperti biasanya," ujar peneliti di bidang reproduksi dan seksualitas manusia ini. Pasalnya, jika hubungan seksual dipaksakan pada masa tiga bulan pertama usia kehamilan, dikhawatirkan bisa terjadi keguguran spontan.
Selain tiga bulan pertama kehamilan, pasangan sebaiknya juga lebih berhati-hati dalam melakukan hubungan seksual pada saat tiga bulan menjelang waktu melahirkan. Sebab, menurut Wimpie, dikhawatirkan terjadi kelahiran dini.
Memang, lanjut Wimpie lebih jauh, keguguran bisa disebabkan banyak hal. Misal, karena trauma pada perut, penyakit, atau karena hal-hal ringan seperti nutrisi yang kurang bagus. Selain itu, keguguran juga bisa terjadi akibat kekejangan otot rahim. Nah, kekejangan otot rahim bisa terjadi karena benturan, misalnya karena jatuh. Di sisi lain, kekejangan otot rahim juga bisa terjadi karena hubungan seksual.
Kok, bisa? "Pada saat wanita mencapai orgasme, terjadi kekejangan pada otot seluruh tubuh, termasuk otot rahim. Nah, kekejangan otot rahim yang terlalu kuat inilah yang bisa mengakibatkan keguguran. Tak jarang, wanita yang tengah hamil mengalami perdarahan setelah berhubungan badan," jelas Guru Besar pada Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Bali ini.
Lebih jauh dijelaskan Dr. Judi Januadi Endjun, SpOG dari RSPAD Gatot Subroto, "Di dalam pembuluh rahim terdapat pembuluh darah yang masuk ke ari-ari. Pembuluh darah inilah yang menyuplai oksigen ke bayi. Nah, pada saat wanita orgasme, pembuluh darah ini terjepit. Akibatnya, dikhawatirkan suplai oksigen ke bayi akan terhambat." Tapi, lanjutnya, selama kontraksi yang terjadi tak berkepanjangan, tak ada yang perlu dikhawatirkan.
Karena itulah, wanita yang pernah mengalami keguguran juga disarankan untuk lebih hati-hati melakukan hubungan seksual saat hamil. "Bahkan, kalau mungkin dihindari," saran Wimpie.
Yang perlu diperhatikan oleh pasangan suami-istri ialah hubungan seksual tak bisa dilakukan hanya demi kepentingan salah satu pihak. Entah itu pihak suami maupun pihak istri semata. Dengan begitu, penting bagi pasangan untuk mengatur kapan saat berhubungan seksual. Dengan kata lain, disesuaikan kondisi pasangan.
Saat istri hamil, tentu yang lebih dipikirkan adalah kondisi pihak wanita. Pria harus menyadari, wanita juga memiliki dorongan seksual. Suami juga sebaiknya tahu, saat hamil, wanita merasakan beban. Beban ini bisa mengakibatkan dua hal. Mungkin saja beban itu bisa mengurangi dorongan seksual atau justru malah meningkatkan dorongan seksualnya.
Biasanya, saat hamil muda, sebagian wanita akan kehilangan dorongan seksualnya. Khususnya bagi wanita yang selama hamil muda mengalami efek samping kehamilan, seperti muntah-muntah berlebihan, tak ada nafsu makan atau tekanan darah yang meningkat. Nah, biasanya dalam kondisi seperti itu, dorongan seksual wanita akan terhambat.
Tapi, pada sebagian wanita yang lain, dorongan seksualnya justru meningkat saat usia kehamilan muda. Ini biasanya dialami wanita yang tetap sehat dan tak mengalami efek kehamilan seperti yang dialami sebagian wanita hamil lain.
Selama kondisi mereka sehat, tak mengalami muntah-muntah, nafsu makan baik, dan tekanan darahnya normal, dorongan seks wanita hamil biasanya akan tetap atau bahkan meningkat. Peningkatan dorongan seksual ini terjadi karena aliran darah ke vagina semakin banyak, sehingga wanita merasakan kehangatan di vaginanya.
sumber
Selasa, 10 Januari 2012
Jangan Sepelekan Gangguan Organ Intim Ini
Sebagai wanita, hukumnya wajib untuk selalu menjaga kesehatan organ intim. Selain selalu menjaga kebersihan vagina, Anda juga tak boleh menyepelekan gejala tertentu, yang bisa jadi pertanda adanya gangguan kesehatan.
Gejala yang muncul merupakan cara tubuh untuk memberitahu Anda adanya masalah. Misalnya, rasa sakit yang luar biasa saat berhubungan intim, atau kejang otot vagina.
"Meskipun Anda merasa malu dengan gejala yang muncul, hal terbaik adalah berkonsultasi dan memeriksakan diri ke dokter," kata Michele Curtis, MD, a profesor obstetri dan ginekologi University of Texas, Amerika Serikat, dikutip dari Woman's Day.
1. Keputihan

"Saat Anda berovulasi di tengah siklus menstruasi, tubuh dalam puncak kesuburan. Vagina akan mengeluarkan cairan lebih banyak dibandingkan biasanya," kata Sandra Reed, MD, juru bicara American Congress of Obstetricians and Gynecologists.
Kondisi tersebut merupakan hal normal. Namun, jika cairan bergumpal, putih dan bentuknya seperti keju cottage, kemungkinan Anda mengalami infeksi jamur. Hal ini disebabkan Ini pertumbuhan berlebih jamur candida, yang selalu ada dalam vagina. Stres, sakit, konsumsi obat tertentu bisa jadi penyebabnya.
Tapi, jika keputihan berkepanjangan, warnanya juga berubah jadi kehijauan atau kekuningan, bisa jadi Anda mengalami penyakit menular seksual. Untuk itu, segera periksakan diri ke dokter.
2. Gatal kemerahan
Jika vagina terasa gatal, kemerahan dan terlihat meradang, Anda mungkin mengalami dermatitis vulva. Ini merupakan reaksi alergi terhadap suatu iritan, yang sumbernya bisa apa pun, seperti gel mandi atau serat pakaian sintetis.
"Kadang-kadang ruam yang muncul setelah berhubungan seksual, mungkin karena sang wanita alergi terhadap kondom lateks atau cairan pelumas. Bisa jadi juga alergi terhadap sperma, urin atau keringat pasangan," kata Dr Curtis.
Ruam juga bisa jadi gejala herpes. Biasanya dimulai dengan sensasi kesemutan dan kemudian terdapat benjolan merah kecil atau luka lecet berwarna putih. Jika Anda atau pasangan Anda memiliki gejala herpes, sebaiknya hindari dulu berhubungan seksual dan periksakan diri ke dokter.
3. Nyeri saat buang air kecil
Jika frekuensi buang air kecil Anda cukup sering dan disertai rasa sakit, bisa jadi dipicu infeksi saluran kemih. Faktanya, hubungan seksual yang terlalu sering dapat meningkatkan risiko infeksi kandung kemih.
"Hubungan seks juga dapat memperparah infeksi kandung kemih dan menyebabkan infeksi yang lebih serius, disebut sistitis," kata Dr. Curtis.
4. Kejang otot
Apakah vagina Anda mengatup atau terasa menekan saat disentuh atau ketika mencoba untuk berhubungan seks? Jika demikian, bisa jadi Anda mengalami vaginismus.
Vaginismus memengaruhi 6 persen wanita dan menyebabkan kejang tak terkendali pada otot-otot dinding vagina, yang membuat penetrasi menyakitkan. Penyebab kejang dan nyeri belum diketahui secara detail.
Kemungkinan besar pemicunya adalah kondisi emosi, seperti trauma seksual masa lalu atau kecemasan tentang hubungan. Dibutuhkan terapi fisik dan konseling, untuk mengatasi hal ini.
5. Sakit saat berhubungan seksual
Menurut World Health Organization (WHO), sekitar 22 persen wanita mengalami kondisi yang disebut dyspareunia atau rasa sakit saat berhubungan seksual. Biasanya, disebabkan posisi bercinta yang tidak nyaman.
Tapi jika kondisi terus-menerus terjadi penyebabnya bisa banyak hal. Seperti, kista, infeksi pada rahim atau saluran tuba, bekas luka jaringan, endometriosis atau fibroid. Jangan menunda, untuk segera memeriksakan diri ke dokter. (umi)
• VIVAnews
Gejala yang muncul merupakan cara tubuh untuk memberitahu Anda adanya masalah. Misalnya, rasa sakit yang luar biasa saat berhubungan intim, atau kejang otot vagina.
"Meskipun Anda merasa malu dengan gejala yang muncul, hal terbaik adalah berkonsultasi dan memeriksakan diri ke dokter," kata Michele Curtis, MD, a profesor obstetri dan ginekologi University of Texas, Amerika Serikat, dikutip dari Woman's Day.
1. Keputihan
"Saat Anda berovulasi di tengah siklus menstruasi, tubuh dalam puncak kesuburan. Vagina akan mengeluarkan cairan lebih banyak dibandingkan biasanya," kata Sandra Reed, MD, juru bicara American Congress of Obstetricians and Gynecologists.
Kondisi tersebut merupakan hal normal. Namun, jika cairan bergumpal, putih dan bentuknya seperti keju cottage, kemungkinan Anda mengalami infeksi jamur. Hal ini disebabkan Ini pertumbuhan berlebih jamur candida, yang selalu ada dalam vagina. Stres, sakit, konsumsi obat tertentu bisa jadi penyebabnya.
Tapi, jika keputihan berkepanjangan, warnanya juga berubah jadi kehijauan atau kekuningan, bisa jadi Anda mengalami penyakit menular seksual. Untuk itu, segera periksakan diri ke dokter.
2. Gatal kemerahan
Jika vagina terasa gatal, kemerahan dan terlihat meradang, Anda mungkin mengalami dermatitis vulva. Ini merupakan reaksi alergi terhadap suatu iritan, yang sumbernya bisa apa pun, seperti gel mandi atau serat pakaian sintetis.
"Kadang-kadang ruam yang muncul setelah berhubungan seksual, mungkin karena sang wanita alergi terhadap kondom lateks atau cairan pelumas. Bisa jadi juga alergi terhadap sperma, urin atau keringat pasangan," kata Dr Curtis.
Ruam juga bisa jadi gejala herpes. Biasanya dimulai dengan sensasi kesemutan dan kemudian terdapat benjolan merah kecil atau luka lecet berwarna putih. Jika Anda atau pasangan Anda memiliki gejala herpes, sebaiknya hindari dulu berhubungan seksual dan periksakan diri ke dokter.
3. Nyeri saat buang air kecil
Jika frekuensi buang air kecil Anda cukup sering dan disertai rasa sakit, bisa jadi dipicu infeksi saluran kemih. Faktanya, hubungan seksual yang terlalu sering dapat meningkatkan risiko infeksi kandung kemih.
"Hubungan seks juga dapat memperparah infeksi kandung kemih dan menyebabkan infeksi yang lebih serius, disebut sistitis," kata Dr. Curtis.
4. Kejang otot
Apakah vagina Anda mengatup atau terasa menekan saat disentuh atau ketika mencoba untuk berhubungan seks? Jika demikian, bisa jadi Anda mengalami vaginismus.
Vaginismus memengaruhi 6 persen wanita dan menyebabkan kejang tak terkendali pada otot-otot dinding vagina, yang membuat penetrasi menyakitkan. Penyebab kejang dan nyeri belum diketahui secara detail.
Kemungkinan besar pemicunya adalah kondisi emosi, seperti trauma seksual masa lalu atau kecemasan tentang hubungan. Dibutuhkan terapi fisik dan konseling, untuk mengatasi hal ini.
5. Sakit saat berhubungan seksual
Menurut World Health Organization (WHO), sekitar 22 persen wanita mengalami kondisi yang disebut dyspareunia atau rasa sakit saat berhubungan seksual. Biasanya, disebabkan posisi bercinta yang tidak nyaman.
Tapi jika kondisi terus-menerus terjadi penyebabnya bisa banyak hal. Seperti, kista, infeksi pada rahim atau saluran tuba, bekas luka jaringan, endometriosis atau fibroid. Jangan menunda, untuk segera memeriksakan diri ke dokter. (umi)
• VIVAnews
Senin, 09 Januari 2012
Mengapa Minum Air Putih sebelum Makan itu Dilarang..???
Dilarang Minum Air Putih Sebelum Makan
Untuk mengurangi makan berlebih banyak orang minum air terlebih dahulu sesaat sebelum makan. Sebaiknya hilangkan kebiasaan itu, jika ingin minum sebelum makan lakukanlah satu jam sebelum waktu makan.
Mengonsumsi air terlalu banyak tepat sebelum makan memang membuat Anda kehilangan nafsu makan karena lambung menjadi penuh. Tapi minum air sesaat sebelum makan akan membuat proses penyerapan makanan oleh enzim menjadi lebih sulit.
Karena air yang diminum butuh waktu 30 menit mengalir dari lambung menuju usus. Sehingga jika minum sesaat sebelum makan, belum sempat air menuju usus sudah ditambah dengan makanan yang membuat enzim bekerja lebih sulit.
Profesor Hiromi Shinya MD, pakar enzim yang juga guru besar kedokteran di Albert Einstein College of Medicine AS, seperti dikutip dari karangannya, ‘The Miracle of Enzyme’, Sabtu (20/2/2010), menyarankan agar minum air putih dilakukan 1 jam sebelum waktu makan.
Seperti halnya tanaman, menurutnya ada periode yang baik untuk minum karena pengairan yang berlebihan pada tanaman akan membuat tanaman menjadi busuk dan layu. Sehingga ada periode waktu yang sesuai untuk tubuh minum air.
Cara ideal untuk mencukupi kebutuhan air untuk tubuh adalah:
1-3 gelas saat bangun tidur pada pagi hari
2-3 gelas, 1 jam sebelum makan siang
2-3 gelas, 1 jam sebelum makan malam.
Menurutnya yang harus diperhatikan adalah minum air setelah bangun tidur karena cairan yang hilang harus cepat diganti saat bangun tidur.
Profesor Hiromi tidak menyarankan minum air sebelum tidur tapi jika sangat haus bisa dilakukan satu jam sebelum waktu tidur.
Minum air sesaat sebelum tidur bisa mencegah terjadinya aliran balik. Walaupun hanya air, jika bercampur dengan asam lambung bisa memasuki tenggorokan dan terhirup ke dalam paru-paru yang dikhawatirkan risiko menderita pneumonia.
Biasakanlah tidur dengan perut kosong karena tenggorokan dirancang agar tidak ada yang masuk ke dalamnya selain udara. Jika masih ada makanan atau minuman, isi lambung akan meluap naik menuju kerongkongan saat Anda merebahkan diri. Saat itu terjadi, tubuh akan menyempitkan saluran pernapasannya dan menghentikan pernapasan Anda untuk mencegah isi lambung memasuki tenggorokan.
Banyak kejadian orang meninggal akibat serangan jantung pada dini hari. Penyebabnya adalah karena asam yang mengalir balik sebagai akibat makan atau minum larut malam, dan berakhir pada tertutupnya saluran pernapasan, kemudian napas jadi tidak teratur, kadar oksigen dalam darah berkurang dan akhirnya kurang persediaan oksigen menuju otot jantung.
Diakuinya, kebutuhan minum tiap orang berbeda tapi biasakan untuk minum air 6-8 gelas per hari (1,5-2 liter) untuk orang dewasa. Jika cuaca sangat panas misalnya maka orang akan membutuhkan minum yang lebih banyak. Sebaliknya orang yang mengalami sistem pencernaan lemah dapat mengalami diare jika minum terlalu banyak.
Banyaknya air yang dibutuhkan seseorang berbeda-beda tergantung pada ukuran tubuh orang tersebut dan apa yang dianggap sesuai untuk tubuhnya. Hanya saja tetap perhatikan waktu-waktu untuk minum yang ideal, di luar kebutuhan minum lainnya.
Jika kebutuhan air terpenuhi dengan baik maka Anda akan jarang terkena sakit. Saat kebutuhan air terpenuhi, air akan melembabkan area-area dalam tubuh yang mudah diserang oleh bakteri dan virus seperti daerah bronkus (pipa saluran pernapasan), mukosa lambung dan usus. Dengan begitu sistem kekebalan tubuh menjadi aktif sehingga area-area tersebut menjadi sulit diserang virus atau bakteri.
Sebaliknya jika air yang dikonsumsi kurang, membran mukus pada bronkus akan mengalami dehidrasi dan mengering, dimana dahak dan lendir diproduksi dalam bronkus. Jika tidak ada air yang cukup maka dahak dan lendir akan menempel pada bronkus yang kemudian menjadi tempat berkembangbiaknya virus dan bakteri.
Air penting bagi tubuh. Jika tidak ada air orang tidak hanya kekurangan gizi, tapi kotoran dan racun juga akan terkumpul di dalam sel dan tidak dapat dikeluarkan. Efek buruknya, racun yang terakumulasi itu akan merusak sel-sel gen yang salah satunya bisa menyebabkan berubahnya gen menjadi sel kanker.
sumber
Sabtu, 07 Januari 2012
Jauhkan Kebiasaan Menyikat Gigi Setelah Konsumsi Mengandung Asam
Jangan langsung menggosok gigi setelah mengonsumsi minuman bersoda atau minuman yang mengandung asam! Demikian pendapat Mary Hayes, DDS, juru bicara dari The Chicago Dental Society.Kita semua tahu menyikat gigi merupakan salah satu kebiasaan yang sangat baik untuk menjaga gigi kita agar tetap sehat. Tetapi, tahukah kamu bahwa menyikat gigi setelah meneguk minuman "asam" hanya akan memberikan dampak yang buruk bagi kesehatan gigi kita.
Alasannya adalah, kombinasi dari asam minuman bersoda, jus, serta minuman isotonik, dan gerakan "kasar" menyikat akan mengikis email gigi kita. Inilah yang nantinya memicu gigi berlubang.
Kandungan asam akan melunakkan email gigi kita sehingga lebih rentan untuk rusak ketika disikat. Jadi, dibanding mengambil sikat gigi dan odol setiap kali selesai meminum minuman asam, seperti jus, minuman bersoda, atau minuman isotonik, lebih baik biasakan untuk berkumur dengan air putih saja.
Cara ini akan membantu kita membersihkan kandungan asam dari gigi kita. Atau, kita bisa juga mengunyah permen karet bebas gula yang dapat meningkatkan produksi saliva atau air liur untuk menetralisasi asam dalam mulut.
Jika ingin tetap menggosok gigi, tunggulah kira-kira satu jam setelah mengonsumsi minuman atau makanan yang mengandung asam. Karena waktu satu jam dinilai cukup bagi asam untuk hilang dan email gigi kita untuk kembali ke kondisi asal. [rileks.com]
Rabu, 04 Januari 2012
Wanita Sering Masturbasi Rentan Terkena Kanker Serviks
Wanita Sering Masturbasi Rentan Terkena Kanker Serviks Perilaku masturbasi yang tidak sehat ternyata menjadi salah satu faktor penyebab kanker serviks. "Ini karena banyak masih kurang peduli dengan kesehatan diri. Misalnya tidak sadar melakukan masturbasi dan membawa bakteri atau virus ke organ intim" jelas seksolog dr. Ryan Thamrin dalam jumpa pers Shine With Charm di Jakarta.
Waspada ancaman kanker serviks bagi wanita yang suka masturbasi
Menurutnya bila bakteri atau virus yang masuk adalah jenis pembawa kanker serviks, tak perlu diragukan wanita tersebut akan terserang penyakit mematikan bagi kaum hawa ini. "Untuk itu selalu jaga kebersihan diri dan pasangan terutama mengenai organ intim dan selalu utamakan seks yang sehat" tambahnya. Selain kebersihan diri, dan seks yang sehat, wanita juga diminta untuk selalu memelihara organ intim terlebih saat menstruasi. "Sesering mungkin mengganti underwear atau pembalut, dan selalu menjaga organ intim tetap kering dan bersih juga bisa menjadi salah satu upaya" terang Ryan lagi. Ini karena sikap tidak peduli pada kebersihan organ intimnya sendiri yang dilakukan wanita telah menjadi salah satu faktor utama seorang wanita terserang kanker serviks
Waspada ancaman kanker serviks bagi wanita yang suka masturbasi
Menurutnya bila bakteri atau virus yang masuk adalah jenis pembawa kanker serviks, tak perlu diragukan wanita tersebut akan terserang penyakit mematikan bagi kaum hawa ini. "Untuk itu selalu jaga kebersihan diri dan pasangan terutama mengenai organ intim dan selalu utamakan seks yang sehat" tambahnya. Selain kebersihan diri, dan seks yang sehat, wanita juga diminta untuk selalu memelihara organ intim terlebih saat menstruasi. "Sesering mungkin mengganti underwear atau pembalut, dan selalu menjaga organ intim tetap kering dan bersih juga bisa menjadi salah satu upaya" terang Ryan lagi. Ini karena sikap tidak peduli pada kebersihan organ intimnya sendiri yang dilakukan wanita telah menjadi salah satu faktor utama seorang wanita terserang kanker serviks
Senin, 02 Januari 2012
Efek Samping Jika Sering Menelan Pasta Gigi
Tanpa sengaja kadang seseorang menelan pasta gigi (odol) yang sedang digunakan. Tapi sebaiknya hal ini tidak menjadi suatu kebiasaan, karena menelan pasta gigi berflouride bisa menimbulkan efek samping.
Pasta gigi umumnya mengandung berbagai senyawa seperti deterjen, bahan kimia agar kesat dan gigi bersih, pewarna, kalsium dan juga perasa. Serta beberapa pasta gigi kini mengandung flouride. Bahan ini umumnya tidak aman jika terlalu sering tertelan dan jumlahnya berlebihan dalam tubuh.
Beberapa anak kadang menikmati rasa dari pasta gigi. Namun harus diketahui bahwa terlalu banyak menelan flouride dari pasta gigi berpotensi menyebabkan noda permanen di gigi yang disebut dengan fluorosis.
Fluorosis ini akan menyebabkan berbagai noda yang berbeda pada gigi seperti garis-garis kuning, coklat atau bintik. Anak-anak berusia 1-4 tahun rentan terkena kondisi ini, karena umumnya mereka menelan pasta gigi yang digunakannya.
Pada kasus yang lebih serius bisa menyebabkan bintik hitam dan abu-abu bahkan hingga lubang. Noda akibat fluorosis ini umumnya akan terus ada selama hidup seseorang.
Selain itu jumlah flouride dalam tubuh yang terlalu banyak bisa menyebabkan terjadinya keracunan dan jika terus menerus bisa menyebabkan kerusakan organ tubuh. Selain flouride bahan lain di dalam pasta gigi yang bisa menyebabkan keracunan adalah triclosan.
Menelan sejumlah besar pasta gigi secara teratur bisa menyebabkan nyeri lambung dan kemungkinan mengakibatkan penyumbatan usus. Sementara itu gejala tambahan lain yang bisa terjadi adalah:
Kejang-kejang
Diare
Kesulitan bernapas
Terasa asin atau seperti sabun di mulut
Detak jantung yang melambat
Gemetar dan mengalami shock
Mual dan muntah
Tiba-tiba merasa kelemahan
Untuk itu sebaiknya hentikan kebiasaan suka menelan pasta gigi meskipun rasanya enak untuk menghindari penumpukan flouride yang bisa berbahaya, dan gunakan pasta gigi yang mengandung bahan aman.
Jumat, 30 Desember 2011
Ditemukan, Obat Kumur Penangkal Lubang Gigi
Dilansir dari geniusbeauty.com, shi dan tim penelitinya menemukan bagaimana interaksi bakteri pada koloninya, yang menciptakan plak pada gigi. Bakteri ini yang mengkonversi makanan menjadi zat asam. Lalu, merusak enamel gigi dan membuatnya berlubang.

Akumulasi dari plak juga memicu penyakit gusi parah, bahkan gigi menjadi tanggak. Untuk mengatasi hal ini, dikembangkan 'specially targeted antimicrobial peptides' (STAMPs). Formulasi ini akan memengaruhi bakteri yang menyebabkan pembusukan gigi, dan tidak mempengaruhi bakteri lain yang baik untuk kesehatan gigi.
Teknologi ini secara fundamental berbeda dari antibiotik yang membunuh semua bakteri, baik yang baik maupun jahat. Produk sendiri telah diuji pada 12 pasien. Mereka diminta untuk berkumur dengan produk yang mengandung STAMPs, satu kali dalam empat hari.
Hasilnya, secara signifikan, bakteri pemicu gigi berlubang, berkurang secara signifikan. Meskipun begitu, Shi dan tim peneliti, tetap memperingatkan pentingnya menyikat gigi secara teratur.
Langganan:
Postingan (Atom)